Gaya Oriental Thomas Sabo
Sementara dari sisi desain, Thomas Sabo memberi sentuhan khas Oriental berupa bentukan panda, boneka petani China, naga, dan simbol keberuntungan. Junior Communicating Manager Thomas Sabo Hanny Freund mengatakan,untuk koleksi musim gugur dan musim dingin 2011,Thomas Sabo mengambil gaya desain east meets west. Hanny menyebutkan, fusi budaya serta desain Timur dan Barat itu bisa langsung terlihat dari tiga lini koleksi yang ditawarkan Thomas Sabo.
Lini pertama, Classic, merupakan perpaduan gaya boudoir nan sensual dengan elegansi kosmopolitan modern yang diberi sentuhan romantis ala era 1930-an. Tidak hanya itu, lini Classic juga menegaskan aura feminin lewat fairytale-fantasyyang terlihat dari bentukan wingedheart, panah cupid, topeng bulu, dan ragam batu zirconia di atas sterling silver. Adapun berpindah ke lini seasonal,Thomas Sabo bermain dengan gaya yang lebih pop, fun, dan playful. Terinspirasi binatang khas China, koleksi perhiasan perak Thomas Sabo hadir manis lewat ragam bentuk panda yang menghiasi cincin, liontin, maupun gelang. "Panda adalah key pieces kami musim ini," sebut Hanny, sembari memperlihatkan sebuah chunky ring dengan boneka panda yang memegang mutiara di tengahnya.
Lainnya, koleksi seasonal Thomas Sabo hadir dalam bentukan yang tak kalah manis, seperti halnya boneka petani China lengkap dengan topi caping, siluet kuil berhias hati ataupun cincin berbentuk bambu. Adapun Rebel at Heart juga menghadirkan ragam koleksi feminin dengan inspirasi kemeriahan Beijing Opera yang diperlihatkan lewat bentuk kipas, medalion, dan lampion. Tidak hanya bagi kaum hawa, lini Rebel at Heart juga menghadirkan sentuhan maskulin lewat bentukan naga dan pedang samurai. Hanny mengatakan, desain untuk lini tersebut terinspirasi dari kisah para pendekar kungfu dan ahli pedang Asia masa lalu. "Lewat lini ini,kami mencoba memasukkan nilai-nilai filosofis yang dimiliki pendekar kungfu masa lalu dalam gaya hidup pria urban,"sebutnya, sembari memperlihatkan gelang manik dari batu obsidian hitam yang dibentuk serupa kalung doa biarawan sebagai lambang kebijaksanaan. Sementara gelang dan liontin naga, serta pedang samurai melambangkan maskulinitas dan kekuatan.
Namun,berbeda dengan koleksi perhiasan wanita yang penuh detail, Hanny menyebutkan, koleksi perhiasan pria di Thomas Sabo sengaja dihadirkan lebih simpel. "Sekarang ini pria juga suka memakai aksesori, namun umumnya mereka tidak suka yang terlalu ramai seperti aksesori yang dipakai para wanita," papar Hanny. Sementara, berkenaan dengan gaya desain Thomas Sabo yang sangat fashionable dan kerap mengacu pada tren mode catwalk internasional, Hanny menyebutkan, hal tersebut dilakukan karena Thomas Sabo memahami karakter konsumen yang mudah bosan terhadap perhiasan yang mereka miliki.
(Lesthia Kertopati , SINDO)











